Hanya Kau yang menjadi tempat jawaban. Hanya Kau tempatku berharap... Sepenggal lirik yang menguatkan di tengah kesesakan. Terkadang saya mempertanyakan mengapa kesulitan itu Tuhan izinkan terjadi. Namun, dengan apakah iman itu diuji? Bukankah ia akan semakin murni jika ditempa?
Mempertanyakan Pencipta adalah sesuatu yang ironi. Sebenarnya, ketimbang mempertanyakan Pencipta, alangkah baiknya jika kita menggantinya menjadi "Mempercayai Pencipta" namun percaya yang dimaksud ini adalah "Trust"
Seorang ayah tidak akan pernah menelantarkan anaknya. Walaupun dewasa ini ada saja yang menyimpang. Namun, ayah yang benar-benar mengasihi, tidak akan pernah memberi batu pada anaknya, jika ia meminta roti.
Percayalah bahwa Allah tahu yang terbaik. Percaya bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan. Percaya bahwa kita tidak berjuang seorang diri. Percaya bahwa kekuasaanNya mengatasi segala-galanya. Karena Ia adalah Penopang.
"For everything was created by Him, in Heaven and on earth, the visible and the invisible, whether thrones or dominions or rules or authorities- all things have been created through Him and for Him. He is before all things, and by Him all things hold together." (Colossians 1:16-17)
Ajarilah kami terus berserah kepadaMu. Tuntunlah kami dalam pertumbuhan iman ini. Dari hari ke hari, ajarilah kami untuk senantiasa percaya kepadaMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar