ARTIKEL ILMIAH
Menumbuhkan Budaya Baca
di Sekolah Dasar
OLEH
Anastasia Y. Sundah
2017
KATA PENGANTAR
Berlimpah syukur penulis panjatkan
kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menganugerahkan hikmatNya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan artikel ilmiah ini. Penulis menyadari bahwa artikel ini
dapat selesai berkat dukungan dari banyak pihak. Saran dan kritik sangat
bermanfaat bagi penulis dalam menyelesaikan artikel ini.
Tak ada gading yang tak retak. Tidak ada
manusia yang sempurna. Penulis sangat menyadari bahwa artikel ini masih jauh
dengan kesempurnaan. Masukan dari pembaca akan sangat berguna bagi penulis
untuk perbaikan artikel ini kedepannya.
Kiranya
artikel ini dapat berguna untuk memperkaya wawasan pembaca tentang peran
membaca dalam kehidupan khususnya di lingkungan sekolah dasar. Karena budaya
membaca adalah budaya yang mencerdaskan bangsa.
Makassar, Oktober 2017
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
Judul ………………………………………………………………………………1
Kata
Pengantar ………………………………………………………………………………2
Daftar
Isi …………………………………………………………………………………….3
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang ………………………………………………………………………….4
1.2 Identifikasi
Masalah …………………………………………………………………….4
1.3 Rumusan
Masalah ………………………………………………………………………4
1.4 Tujuan
Penulisan ………………………………………………………………………..4
1.5 Manfaat
………………………………………………………………………………….5
BAB
II KAJIAN TEORI
2.1 Generasi
Masa Kini ……………………………………………………………………...6
2.2 Pengertian
dan Peran Membaca …………………………………………………………6
2.3 Budaya
Baca di Indonesia ……………………………………………………………….6
2.4 Budaya
Baca di Sekolah Dasar …………………………………………………………..7
2.5 Menumbuhkan
Minat Baca ……………………………………………………………....7
BAB
III METODE PENELITIAN
3.1 Pendekatan
Masalah ……………………………………………………………………...8
3.2 Studi
Pustaka ……………………………………………………………………………..8
3.3 Teknik
Pengumpulan Data ……………………………………………………………….8
3.4 Analisis
Data ……………………………………………………………………………..8
3.5 Populasi
dan Sampel ……………………………………………………………………..8
BAB
IV PEMBAHASAN
4.1 Penghambat
Tumbuhnya Budaya Baca ………………………………………………….9
4.2 Kiat-kiat
Menumbuhkan Budaya Baca di Sekolah Dasar ……………………………….9
BAB
V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
………………………………………………………………………………11
5.2 Saran
……………………………………………………………………………………..11
DAFTAR PUSTAKA
………………………………………………………………………..12
LAMPIRAN: Pertanyaan
Kuisioner …………………………………………………………13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Buku merupakan suatu sumber yang
berharga bagi pendidikan. Kita dapat belajar banyak hal dari buku. (History in
Living Memory: Education Through the Years, 2015: 21) Buku dapat membawa kita
berkeliling dunia. Olehkarena itu tak jarang kita mendengar orang bijak berkata bahwa melahap buku, berarti kita
sedang melahap ilmu. Diberitakan dalam harian Kompas.com dalam artikelnya yang berjudul “Minat Baca Indonesia Ada di Urutan ke-60 Dunia” oleh Mikhael Gewati pada 29 Agustus 2017 bahwa “Kondisi
minat baca bangsa Indonesia memang cukup memprihatinkan. Berdasarkan studi
"Most Littered Nation in the World" yang dilakukan oleh Central
Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan
menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.”
Disisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa generasi saat
ini sedang masuk dalam generasi digital, dimana gadget lebih menarik perhatian daripada buku. Dengan gadget, anak-anak dapat bermain game serta membaca artikel-artikel yang
sering disajikan dalam bentuk e-book. Hal
ini juga terjadi pada orang dewasa. Lama
kelamaan tidak lagi memiliki minat kepada buku yang begitu banyak halamannya.
1.2 Identifikasi
Masalah
Melihat latar belakang yang ada
maka ada 2 masalah yang akan diangkat dalam penulisan ini, yaitu:
1. Membaca
sangat berdampak dalam kehidupan.
2. Minat
baca yang menurun di Indonesia.
1.3 Rumusan
Masalah
Dari latar belakang yang ada,
masalah-masalah tersebut dapat dijabarkan kedalam beberapa pertanyaan, yaitu
sbb. :
1. Bagaimana
peran membaca bagi kehidupan khususnya di sekolah dasar?
2. Apa
yang mempengaruhi generasi saat ini sehingga semangat membaca kurang
berkembang?
3. Bagaimana
peran orang tua, guru, dan pemerintah dalam meningkatkan minat baca siswa?
(Bagaimana menumbuhkan
budaya membaca di sekolah dasar?)
1.4 Tujuan
Penulisan
Tulisan ini bertujuan untuk
memperkaya wawasan pembaca tentang peran membaca dalam kehidupan khususnya di
lingkungan sekolah dasar, serta mendorong para pembaca untuk menyadari
pentingnya menumbuhkan budaya baca di sekolah dasar. Sebaiknya tidak hanya di
tingkat sekolah dasar, namun pada setiap elemen masyarakat. Sangatlah penting
untuk menjadikan membaca sebagai budaya bangsa, karena budaya membaca adalah
budaya untuk mencerdaskan bangsa. Demi mencapai Indonesia sejahtera, adil, dan
makmur.
1.5 Manfaat
Adapun
manfaat dari tulisan ini, adalah sbb.:
1. Menambah
wawasan pembaca tentang peran membaca dalam kehidupan.
2. Menambah
wawasan pembaca bahwa menumbuhkan budaya baca di sekolah dasar adalah kegiatan
yang sangat penting.
3. Sebagai
bahan referensi bagi pembaca.
4. Dapat
melatih penulis untuk mengembangkan talenta dalam menyusun buah pikiran secara
sistematis dalam bentuk karya ilmiah.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Generasi
Masa Kini
Menurut, Hellen Chou Pratama (Cyber
Smart Parenting, 2012:35) Sebutan yang paling relevan untuk digunakan pada
generasi saat ini adalah “Generasi Digital (Internet
Citizen/Netizen)”. Dimana generasi muda pada saat ini tumbuh dan berkembang
dengan sebuah ketergantungan besar pada teknologi digital. Lebih jauh ia
menambahkan ciri khas generasi masa kini dibagi menjadi 6 ciri (Cyber Smart
Parenting, 2012:39-44), yaitu:
1. Pelahap
media, pelibatan media dalam hidup hampir sealamiah menghirup udara.
2. Multi-tasking,
mampu melakukan beberapa hal sekaligus.
3. Hiper-koneksi,
dorongan untuk terhubung dengan baik dalam beberapa sambungan jaringan.
4. Toleran,
terbuka untuk menerima perbedaan.
5. Tayang-langsung,
senantiasa terhubung dalam budaya keterbukaan.
6. Interaktif,
sangat ingin dilibatkan dan terlibat.
Sekarang
ini alokasi waktu lebih didominasi oleh gadget
daripada buku.
2.2 Pengertian
dan Peran Membaca
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (Gramedia Pustaka Utama, 2014), membaca adalah melihat isi dari apa
yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati). Sedangkan menurut Cambridge
Dictionary (Cambridge University Press, 2012), reading is to look at words and understand what they mean. Sehingga
jika digabungkan dapat diartikan bahwa membaca adalah suatu kegiatan untuk
mencapai pemahaman dari apa yang tertulis. Awalnya, kita melakukan kegiatan membaca
hanya dengan menggunakan buku. Namun setelah perkembangan teknologi, gadget yang awalnya hanya berfungsi
sebagai alat komunikasi sekarang sudah bertransformasi menjadi alat multi guna.
Sehingga sekarang, jika ingin membaca, kita dapat menggunakan gadget lalu mencari artikel apa yang
ingin kita baca.
Membaca adalah kegiatan yang sangat
baik. Dalam bukunya, Read to me: Raising Kids Who Love to Read (Bernice E.
Cullinan, 2006: 28-29), B. E. Cullinan berkata bahwa “Reading is one of the most liberating thing we can do” Hal yang
paling bebas yang dapat kita lakukan adalah membaca. Ia juga menambahkan bahwa
membaca dapat mengembangkan kemandirian, memperluas dunia anak, meningkatkan
percaya diri, memperkaya dan mengarahkan imajinasi, menambah kosakata, serta
mengembangkan kepekaan terhadap orang lain.
2.3 Budaya
baca di Indonesia
Pada bulan Maret 2016, Central Connecticut
State Univesity melalui kegiatan The World’s Most
Literate Nations (WMLN) menyatakan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-60
dari 61 negara yang disurvei. Survei ini menitik beratkan pada kebiasaan
membaca dan bagaimana ketersediaan fasilitas yang mendukung dalam kegiatan
membaca, seperti kondisi perpustakaan, minat penduduk terhadap koran, bagaimana
aktivitas berlajar mengajar, serta ketersediaan komputer. Hal ini sudah
menyatakan secara gamblang bahwa budaya baca di Indonesia sungguh
memprihatinkan.
2.4 Budaya
Baca di Sekolah Dasar
Anak-anak sekolah dasar berada
dalam usia 6-12 tahun. Periode usia ini adalah periode dimana anak harus
dibekali dengan kemampuan hidup dasar untuk melakukan aktivitas dasar serta
sebagai bekal untuk pendidikan selanjutnya. Olehkarena itu penting sekali
memilih buku yang dibaca, mengingat perannya yang sangat besar dalam membentuk
suatu pribadi. Semua elemen sekolah penting untuk menunjang pertumbuhan anak.
Semakin anak gemar membaca, maka semakin siap ia untuk terjun ke jenjang
pendidikan selanjutnya.
2.5 Menumbuhkan
Minat Baca
Dalam kumpulan artikel kompas yang
berjudul “Sekolah, Alternatif untuk Anak” (Sintha Ratnawati, 2002:37) tertulis
bahwa, “Pengembangan minat baca pada anak-anak, yang utama dan terutama justru
menjadi tanggung jawab orang tua. Alasannya, orang tualah yang berhak
menanamkan dan mengembangkan berbagai macam cita-cita kepada anaknya”. Jadi
minat baca seharusnya ditumbuhkan dari lingkungan rumah. Setiap insan tidak ada
yang lahir dengan minat baca alami yang langsung ada pada dirinya. Minat baca
perlu dibentuk. Kegemaran membaca bukanlah faktor keturunan, tetapi harus
dididik dan dilatih. Alangkah baiknya bila disetiap keluarga menyiapkan
perpustakaan mini yang dapat mengakomodir terciptanya budaya baca di lingkungan
rumah.
Peran sekolah dalam menumbuhkan minat
baca juga besar. Hal ini dapat dilihat dari kesungguhan guru dalam membimbing
siswa sehingga siswa memiliki rasa ingin tahu yang besar dan ini memancing
mereka untuk mencari jawaban dengan membaca buku.
Pemerintah juga sudah
melirik tentang budaya baca ini. Berbagai upaya dilakukan untuk menumbuhkan
minat baca masyarakat. Termasuk dengan diadakannya pengiriman buku gratis ke
pelosok. Hal ini diinfokan pada Kamis, 18 Mei 2017
09:53 WIB oleh KBR-Jakarta bahwa untuk memperingati Hari Buku Nasional 17 Mei, Presiden
Joko Widodo menggratiskan biaya pengiriman buku ke daerah-daerah pelosok setiap
tanggal 17. Presiden Joko Widodo bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia untuk
melaksanakan program ini. Hal ini tak lain pasti untuk menciptakan budaya baca
dari Sabang sampai Merauke.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Pendekatan
Masalah
Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah
menelaah permasalahan yang menghambat pertumbuhan budaya baca di sekolah dasar.
3.2 Studi
Pustaka
Penelitian ini dilakukan dengan metode studi
pustaka, yaitu dengan cara menggali informasi dari berbagai sumber pustaka
seperti buku dan internet.
3.3 Teknik
Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan cara
kuisioner, yaitu memberikan pertanyaan kepada para responden.
3.4 Analisis
Data
Setelah data terkumpul dan diolah kemudian
dianalisis dengan menggunakan deskriptif. Analisis ini
menjelaskan/menggambarkan hal-hal umum yang diperoleh dalam penelitian.
3.5 Populasi
dan Sampel
Dalam penelitian ini, populasi yang saya ambil
adalah siswa-siswi kelas 6, guru-guru, dan staf SD Dian Harapan Makassar.
Sampel yang saya ambil adalah 10 orang siswa, 10 orang guru, dan 10 orang staf
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Penghambat
Tumbuhnya Budaya Baca
Membaca adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan.
Namun, dari wawancara yang dilakukan terhadap responden, berikut ini beberapa
hal yang sering kali menghambat mereka untuk membaca.
1. Kesulitan
dalam mengatur waktu
Di lingkungan sekolah,
dengan begitu banyaknya administrasi yang harus dilakukan seringkali seorang
guru/staf kesulitan untuk mengkhususkan waktunya untuk membaca. Bagi seorang siswa,
dengan begitu banyaknya kegiatan yang ia lakukan, sangat sulit untuk mengambil
waktu untuk membaca.
2. Kurangnya
kesadaran dari diri sendiri tentang peran membaca dalam kehidupan
Buku-buku yang ada
sangat bervariasi. Namun kesadaran diri terhadap pentingnya membaca adalah hal
yang sangat mempengaruhi. Seseorang akan membaca, jika buku itu benar-benar
mengasyikkan buatnya. Di zaman, jika ingin menemukan informasi, memasukkan kata
kunci di google.com adalah yang
tercepat dibandingkan dengan pergi ke perpustakaan lalu mencari buku yang sesuai.
4.2 Kiat-kiat
Menumbuhkan Budaya Baca di Sekolah Dasar
Rajin membaca pangkal kaya. Pepatah ini sangatlah
cocok bagi kita, karena semakin banyak membaca semakin banyak ilmu yang
tertanam. Lalu bagaimana cara menumbuhkan minat baca tersebut? Berikut ini
kiat-kiat yang dapat kita lakukan untuk menumbukan budaya baca di sekolah
dasar.
1. Menciptakan
suasana sekolah yang gemar membaca
Suasana sekolah yang
mendukung sangat diperlukan dalam menumbuhkan budaya membaca. Berada di lingkungan
pecinta buku akan membuat semua orang yang berada di dalamnya mencintai buku.
Ada beberapa program yang dilakukan untuk benar-benar mengkondisikan semua
elemen sekolah agar membaca. Awalnya ini sulit. Namun diakhir program itu dapat
dirasakan bahwa ternyata membaca itu sangat menyenangkan, karena pembaca masuk
ke dalam bacaan.
Tak dapat dipungkiri
bahwa siswa melihat teladan yang diberikan oleh guru. Jika guru rajin membaca,
maka siswa akan rajin membaca. Begitu pula sebaliknya. Disisi lain, staf yang
rajin membaca akan memperkaya wawasan diri sehingga akan sangat berguna untuk
menunjang produktivitas kerja.
2. Adanya
kerjasama antara guru dan orang tua
Orang tua adalah
pendidik anak yang utama. Dalam artikel Gemar Membaca, Keluarga Sejahtera yang
diterbitkan oleh Kompas pada 8 Januari 1995 dikatakan bahwa “Mendorong anak
gemar membaca memang mensyaratkan kebersamaan orang tua sejak dini. Bahkan
sejak anak masih dalam kandunga, seyogianya ibu mulai suka membacakan cerita
bagi janinnya.” Guru dan orang tua harus bekerjasama dalam mendorong tumbuhnya
budaya membaca.
3. Terus
memandang pada nilai dari budaya membaca
Perjalanan yang
berfokus pada tujuan adalah perjalanan yang terarah. Menjadikan membaca sebagai
budaya pasti tidak mudah. Namun jika terus fokus pada nilai yang dihasilkan
dari kegiatan membaca maka membaca bukan menjadi momok yang menakutkan, namun
setiap insan pasti akan menikmatinya. Penting untuk mengingat diri sendiri
minimal membaca 20 menit per hari untuk memperkaya informasi.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Membaca adalah kegiatan sederhana dengan segudang
manfaat. Karena dengan membaca, kita dapat mengembangkan kemandirian,
memperluas dunia anak, meningkatkan percaya diri, memperkaya dan mengarahkan
imajinasi, menambah kosakata, serta mengembangkan kepekaan terhadap orang lain.
Olehkarena itu, sangatlah penting untuk menjadikan
membaca sebagai budaya kita di lingkungan sekolah bahkan di Indonesia, karena
budaya membaca akan sangat mendukung pembelajaran dan intinya untuk mencetak
generasi unggulan untuk melanjutkan tongkat estafet pembangunan Indonesia.
5.2 Saran
Diharapkan
agar setiap elemen dalam lingkup sekolah dasar dapat:
1. Menciptakan
suasana yang mendukung terciptanya budaya membaca.
2. Terus
bekerjasama dengan orang tua dalam menumbuhkan budaya membaca.
3. Terus
melihat besarnya manfaat yang akan diperoleh dari kegiatan membaca.
DAFTAR PUSTAKA
·
Cambridge University Press. 2012.
Cambridge Learner’s Dictionary Fourth Edition. Italy: L. E. G. O. S. p. A
·
Cullinan, Bernice E. 2006. Read to Me:
Raising Kids Who Love to Read. U.S.A: Scholastic
·
Departemen Pendidikan Nasional. 2014.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama
·
Lewis, Claire. 2015. History in Living
Memory: Education Through the Years. China: Leo Paper Group
·
Pratama, Hellen Chou. 2012. Cyber Smart
Parenting. Bandung: PT. Visi Anugerah Indonesia
·
Ratnawati, Sintha. 2002. ‘Sekolah’
Alternatif untuk Anak. Jakarta: Penerbit Buku Kompas
·
Yuniarti, Ninik. 2017. Jokowi Gratiskan Biaya Pengiriman Buku ke Daerah
Pelosok Lewat PT. Pos Indonesia. (online). http://kbr.id/berita/nasional/05-2017/jokowi_gratiskan_biaya_pengiriman_buku_ke_daerah_pelosok_lewat_pt_pos_indonesia/90222.html. (diakses pada 5 Oktober 2017)
·
Gelawati, Mikhael. 2016. Minat Baca Indonesia Ada di Urutan ke-60 Dunia.
(online). http://edukasi.kompas.com/read/2016/08/29/07175131/minat.baca.indonesia.ada.di.urutan.ke-60.dunia. (diakses pada 5 Oktober 2017)
LAMPIRAN
KUISIONER BUDAYA BACA di SEKOLAH DASAR
Keterangan pilihan jawaban:
SS = Sangat
setuju
S = Setuju
TS = Tidak
Setuju
STS = Sangat
Tidak Setuju
Berilah tanda centang (Ö) pada pilihan jawaban yang kamu
setujui!
|
No.
|
Pernyataan
|
Pilihan Jawaban
|
|||
|
SS
|
S
|
TS
|
STS
|
||
|
1
|
Membaca dapat memperkaya wawasan karena membaca dapat menambah ilmu.
|
|
|
|
|
|
2
|
Penting sekali untuk menumbuhkan budaya baca di sekolah dasar.
|
|
|
|
|
|
3
|
Dalam sehari, saya memiliki waktu khusus untuk membaca.
|
|
|
|
|
|
4
|
Buku yang baik akan menuntun kita menjadi pribadi yang baik.
|
|
|
|
|
|
5
|
Suasana sekolah yang nyaman akan meningkatkan minat saya dalam
membaca.
|
|
|
|
|
|
6
|
Budaya membaca di Indonesia sudah sementara bertumbuh.
|
|
|
|
|
|
7
|
Saya lebih memilih membaca dengan menggunakan buku daripada
menggunakan gadget.
|
|
|
|
|
|
8
|
Guru adalah teladan saya dalam membaca. (Guru mempengaruhi tumbuhnya
minat baca)
|
|
|
|
|
|
9
|
Orang tua mempengaruhi tumbuhnya minat baca.
|
|
|
|
|
|
10
|
Pemerintah berperan dalam bertumbuhnya minat baca di sekolah dasar
|
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar